Unforgettable Moment

 Dijadikan cover postingan kali ini, biar makin ganteng dan rame yang baca.

Cerita ini diawalin dengan sebuah kenangan-kenangan yang manis, yang terjadi saat pemotretan untuk buku tahunan pada tanggal: 20 Januari 2015.
Mengingat karena kami udah hampir tamat, akhirnya kami memutuskan untuk melakukan rapat ke sesama kelas 12 untuk membuat buku tahunan.
Semua cerita kenangan-kenangan yang manis itu diawalin dengan: "Pembuatan Buku Tahunan".

Buku tahunan.
Apa yang kalian pikirkan tentang buku tahunan ?
Kalau kalian berpikir buku tahunan adalah kegiatan dimana siswa harus bisa merangkum isi materi pelajaran yang diberikan oleh guru, mulai dari kelas 10 sampai kelas 12.
Kalau itu jadinya arti sebuah buku tahunan, mungkin, aku siswa pertama yang terkena keram otak sambil ngeluarkan buih dari pantat.

Karena buku tahunan ini konsep dan themanya diserahkan ke kelas masing-masing, aku dan teman sekelas ku di XII-IPA 3 mengadakan rapat.
Keadaan kelas langsung berubah. Yang tadinya terlihat tenang menjadi sangat ketat-seketat sempak yg baru dikeluarkan dari kotaknya. Itu terjadi, akibat setiap orang dikelas ku selalu ingin pendapatnya di dengar dan dijadikan konsep untuk pemotretan, tapi, gak ada satupun yg ingin mengalah.
Inilah akibat terlalu banyak nya orang pintar di kelas, sampai-sampai ngebuat thema dan konsep jadi terasa sulit dan ruwet.
Seandainya thema sudah dibuat dan semuanya sudah sepakat, pasti ada aja orang yang belum bisa move on dari pendapatnya, makanya, jadi ribut lagi.
Ibaratnya, seperti: Mau membeli baju di Toko A, tapi, harganya mahal. Lalu pergi ke toko B, tapi, gak ada yg suka sama bajunya. Akhirnya mau gak mau terpaksa harus balik ke Toko A karena ada baju yg disuka walaupun harganya mahal, karena cuman baju itulah yang kita suka.

Semua itu dapat terselesaikan, ketika si EO yg mengajukan thema dan memberikan lokasi yg pas untuk pemotretan buku tahunan.
Karena thema sudah selesai, kamipun sepakat buat janjian pergi bareng sesuai dengan waktu yang udah di tetapkan.

Di perjalanan terlintas sesaat di kepala sebuah harapan kalau pas dijalan aku berharap bertemu gadis-gadis cantik lagi pulang sekolah. Tapi, kenyataan itu memang pahit dan harapan tidak selalu sesuai dengan kenyataan.
Yang ada saat itu aku lihat bukan nya gadis-gadis cantik baru pulang sekolah, tapi, komunitas cabe-cabe an yang baru pulang sekolah. Dengan ciri khas selalu tartig (tarik tiga/Bonceng tiga) kalau bahasa medan nya, sambil ketawa-ketawa gak jelas yang mirip ketawa kuntilanak yang lagi nahan pipis.
Kalau kalian para wanita melakukan semua ciri-ciri khas yang disebutkan barusan, sudah dapat dipastikan kalau kalian cabe-cabe an.
Aku ada ide, bagaimana untuk memangkas populasi cabe-cabe an saat itu, yaitu, dengan cara memakan mereka satu persatu. Mengingat kareba mereka itu cabe otomatis kalau mereka dimakan bakalan pedas. Niat tersebut aku urungkan, karena takutnya aku terkena sembelit kebanyakan makan cabe...iya cabe... cabe-cabe an.
Singkat cerita akhirnya kamipun sampai di lokasi pemotretan, letaknya itu di Perumahan Royal Sumatra.

Sampai dilokasi timbul lagi sebuah masalah, seperti: wanita yg langsung kegirangan karena melihat lokasi photo yang indah, lalu mengambil kamera HP nya dan akhirnya selfie-selfie dan sekali jepret dapat 50 jepretan dengan 1 pose yg sama... serius kegiatan itu sangat MEMUAKKAN!!! Puncaknya ketika temen laki-laki ku yang ada sedikit rasa kewanitaan nya terlihat sangat girang dan dia akhirnya berphotoria layaknya seorang top model dunia, padahal dia cuman seorang pria 1/2 wanita.
Kebetulan karena lokasi kami pemotretan adalah perkomplekan rumah yang lumayan mewah dan sering dijadikan untuk tempat pra wedding. Mungkin, inilah pemicu masalah baru yang timbul, yaitu: membuang-buang waktu dan berleye-leye.
Satu lagi adegan yang membuat aku malu. Ketika teman dekatku sebut saja si "Sabun" dia photo narsis dengan gaya di merengkan dan badan bersender di tiang lampu sambil makai kaca mata cokelat. Aku kira dia saat itu terkena penyakit epilepsi makanya kepalanya miring-miring, ternyata itu memang gayanya.
Akibat posenya yang selangit itu, mempelai wanita yang sedang lewat untuk pra wedding pun tertawa melihat gayanya yang seperti gaya orang yang terkena penyakit epilepsi.

Akupun gak mau ketinggalan melihat aksi mereka yang berphoto-photo akupun ikutan photo. Ini photo-photo absurd ku: 


Kalau klen mau tau yang mana aku, itu aku yang kurus,
panjang, hitam yang lagi di senderin tas. Puas klen?



Banyak sih yang bilang aku ganteng saat adegan photo-photo narsis ku bareng teman-teman ku. Karena katanya, kalau aku lagi makai kacamata cokelat mirip afgansyah reza.
Anehnya saat aku melihat wajah ku sendiri kok malah mirip dengan om-om -__- pecinta selangkangan gorilla. dan akutau semua pujian aku mirip sama Afgan itu cuman fitnah belaka. Nih photonya: 


Masa' ganteng-ganteng gini dibilang mirip sama AFGAN ?Helllooowww....
Mirip sama Robert Pattinson keles :p, tapi versi lagi sesak bokernya.

Setelah puas dengan membuang-buang waktu untuk berphotoria dengan kamera HP pribadi, kamipun masuk kedalam cafe secara berkelompok untuk melakukan pemotretan. Kebetulan saat itu kami dibagi dengan beberapa kelompok dan aku mendapatkan giliran kelompok ke 2.

Ternyata pemotretan berlangsung sangat lama. Soalnya kami pergi dari pukul 15.30 dan selesai pukul 22.00. Itu menjadi malam yang sangat panjang dan mengganggu para Jomblo, khususnya. Karena disaat teman-teman ku yang lain lagi sibuk ngabarin pacar, aku cuman bisa sibuk ngabarin telkomsel untuk menanyakan sisa kuota yang kumiliki. Derita seorang jomblo tamvan :")

Saat pemotretan pun selesai, kami sebagian yang menaiki kereta ke lokasi pemotretan sambil nongke-nongke diatas kereta dan rehatan, lalu sambil mengatur strategi lewat jalan mana pulangnya supaya gak ketangkap sama kodok ijo (pak polisi). Soalnya temen ku ada yang terong-terongan tarik tiga.

Gak kerasa perjalanan itu lumayan panjang. Aku sampai rumah jam setengah 12 malam. Pas buka pintu udah disambut aja sama senyuman mamak ku yang semanis pelayan alfamart sambil ngasah-ngasah golok di tangan kanan dengan tatapan mata yang nanar menghadap kearah ku.
*Aku sempat mikir*  Apa aku dikira sebagai hewan qurban, makanya mau disembelih? Ntahlah hanya emak... dan Allah yang tau.
Pulang pukul 23.30 malam, sedangkan aku berangkat sekolah pukul 06.00 pagi, jadinya malah jadi mirip sama cerita bang Toyyib, tapi, versi mininya.

Yang bikin aku gak akan pernah melupakan moment ini adalah:
Ketika kita saling bertengkar seperti anak-anak cuman demi membuat konsep yang matang. Pertengkaran-pertengkaran inilah yang membuat kita semakin dekat dan akrab karena dengan kejadian ini kita dapat memahami dan mengerti masing-masing sifat temen kita dikelas.
Lalu, yang paling gak bisa ku lupakan adalah:
Moment disaat kita seru-seruan bareng di tempat pemotretan dan rasa kepedulian kalian yang tinggi, yang selalu mengingatkan seorang teman apabila dia salah dalam bertindak.

Thank you... GHOST3 (Genius Human of Science Three)

Ini moment unforgettable aku semasa SMA.
Apasih moment tak terlupakan kalian saat di SMA, share di comment box ya!
Previous
Next Post »

14 comments

Write comments
i Jeverson
AUTHOR
Saturday, 24 January, 2015 delete

wah, kece juga masa sma nya. kalau gue, masih berkutat dengan guru matematika sma. pelajaran yang nggak menyenangkan. pingin cepet2 lulus rasanya.....

Reply
avatar
Sunday, 25 January, 2015 delete

kalau saya, momen yang paling seru adalah ke kantin saat jam pelajaran, haha

kamu dapat liebster award dari saya, ditunggu balasannya XD. silakan di cek http://pratiwi747.blogspot.com/2015/01/liebster-award.html

Reply
avatar
Doni Jaelani
AUTHOR
Sunday, 25 January, 2015 delete

Foto yang terakhir itu gak nahan abis haha

Dulu gue juga bikin buku tahunan, tapi foto-fotonya di parkiran hotel haha

Reply
avatar
Novitadew
AUTHOR
Monday, 26 January, 2015 delete

akk >.< jadi keingat masa-masa SMA..
Paling inget pas dulu H-2 sebelum UN, wisata-penyegaran-otak ke tengah kota cuman buat foto-foto.
Seruu!!

Reply
avatar
Tuesday, 27 January, 2015 delete

Guru matematika nya cantik gak?
kalau cantik, boleh kali di dekatin

Reply
avatar
Tuesday, 27 January, 2015 delete

oke oke... kalau liebster awards nya nanti bisa aku tulis, masih agak sibuk soalnya.

Reply
avatar
Tuesday, 27 January, 2015 delete

Macem om-om kan?

itu foto buku tahunan, atau memang jadi tukang parkir hotel beneran mas?

Reply
avatar
Tuesday, 27 January, 2015 delete

wih... seru tuh hunting di tengah kota

Reply
avatar
Ilham Abdi
AUTHOR
Tuesday, 10 February, 2015 delete

bagi gue momen paling indah zaman SMA itu adalah saat gue di kejar-kejar satpam karna ketahuan manjat pagar sekolah waktu gerbang udah di tutup (telat). :D
http://ilhamabdii.blogspot.com

Reply
avatar
Wednesday, 11 February, 2015 delete

Memang... masa-masa SMA itu masa yang paling indah mas.
Oke ini... mau blogwalking

Reply
avatar
Siska Olie
AUTHOR
Saturday, 21 March, 2015 delete

Minggu lalu gue juga ada pemotretan buat buku tahunan. Tapi buku tahunan SMP sih. Huhu. Jadi cuma pake latar warna merah polos. Huv.

Reply
avatar