`Gimana, kau lulus gak?'

`Gimana zal, kau lulus gak?'

Pertanyaan yang bertubi-tubi ditanyakan oleh temenku sampek-sampek suara noticed di teleponku mirip kayak suara orchestra om oni and friends.

Hari ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh semua pelajar SMA se-Indonesia. Iya... Hari ini adalah hari pengumuman hasil seleksi SMPTN.
Perasaan gelisah, cemas, bercampur menjadi satu. Semua perhatian tertuju kepada laptop, dan smartphone yang akan dipake untuk melihat hasil kelulusan, berbeda denganku.

Saat semua orang sedang sibuk berdo'a dan gelisah, aku malah enak-enakan duduk dilantai gramedia buat baca satu-persatu buku yang aku suka.
Ini adalah caraku tersendiri dalam menunggu setiap seleksi. Nunggu hasil seleksi masuk PTN, aku di gramedia. Nunggu hasil seleksi cinta kamu, iya... kamu, aku juga di gramedia. Gramedia adalah sosok belahan jiwa yang selama ini selalu menemaniku. Kalau hatiku dibelah, mungkin bakalan terlihat samar-samar bacaan `I love buku-buku Gramedia'.
Maaf aku ralat.
Seandainya hatiku dibelah pasti bakalan terlihat samar-samar bacaan `I love tukang jaga cashir gramedia.' Aku heran kenapa tukang cashier harus selalu cantik.
Hidup memang penuh dengan misteri.

Gramedia semacam obat penenang bagiku. Daripada galau dan nyesek nunggu hasil pengumuman SMPTN, mending baca buku ke gramedia. Nambah ilmu, nambah wawasan. Selama di gramedia, semua notice dari sosial media fb, twitter, line, mulai bermasukan. Kalau di check bacaannya semua sama,
`Gimana zal, kau lulus gak?' Pertanyaan yang bertubi-tubi ditanyakan temanku sampek-sampek suara noticed teleponku mirip kayak suaranya orchestra om oni and friends. Noticed tersebut membuatku sadar kalau pengumuman hasil kelulusan SMPTN telah diumumkan.
Semenjak pengumuman hasil kelulusan SMPTN semua temen di sosial media berubah. Yang biasanya cuek acuh tak acuh, kni berubah menjadi sangat peduli. Bolak-balik nanya, `Kau lulus gak zal?'

Aku jawab, `Belum. aku lagi ngaduburit di gramedia nih,' jawabku santai.

`Jadi belum kau buka? sini aku yang buka, kasih tau aja NISN sama tahun dan tanggil lahirmu?'

`Gak ah... sorry. Aku mau bukak sendiri aja biar ngeri-ngreri sedap. hahah'

Gak berhenti sampai disitu. Temen-temen yang penasaran dengan hasil testku melakukan berbagai macam cara untuk merayu dan menggodaku memberikan apa yang mereka inginkan.  Semakin aku mencoba untuk menenangkan diri, aku ngerasa semakin banyak pula notice pertanyaan yang masuk ke dalam telepon. Sangking banyaknya pertanyaan yang nanya `Kau lulus gak zal?' udah kayak pertanyaannya Raditya Dika tentang `Kapan menikah'.

Singkat cerita semua pertanyaan tersebut membuatku menjadi semakin cemas dan pengen cepat-cepat pulang ke rumah.
**
Sampe Rumah, Aku langsung ngibrit lari ke dalam rumah buat nyalain komputer. Dan saat itu adik, abang, serta kakak juga ikutan duduk bersama buat nemeni aku lihat hasil pengumuman.

Jantung berdebar, jidat melebar, berak pun tidak lancar, saat aku mulai mencoba mengetik NISN serta tahun dan tanggal lahir.
Sambil menunggu loading, kami berdo'a bersama, semuanya selalu bersama-sama. Seolah-olah pengumuman hasil seleksi masuk SMPTN adalah satu-satunya moment yang pas buat dirayain secara bersama-sama.

`Maaf. Dengan ini kami panitia seleksi SMPTN menyatakan kalau anda tidak lulus karena terlalu tamvan dan jenius.' Sebuah tulisan dengan background warna merah muncul di halaman utama yang terlihat sangat horor.

Setelah membaca tulisan dengan background warna merah tersebut, kakakku pengen nangis, aku meringis, dan adikku mulai sesak pipis.

Tulisan singkat yang menyatakan kalau ternyata, aku memang gak lulus seleksi masuk ke ITB.  Hal yang pertama timbul di kepalaku adalah: mengucapkan kata `Ah sudahlah, mungkin belum rezeki.'
Hal kedua yang muncul adalah: Teraik-teriak kesetanan keluar rumah `KAMFRET... AKU KOK BISA GAK LULUS GINI???!!!'

Tulisan dengan background warna merah itu sukses menyadarkanku.
Menyadarkanku kalau ITB itu adalah sebuah institusi yang tidak cocok buat orang yang setengah-setengah sepertiku. Setengah tamvan, setengah idiot, dan setengah telanjang. ITB itu adalah sebuah institusi yang cocok buat orang-orang yang memiliki tekat kuat, keinginan yang gigih, dan otak yang cerdas. Jadi, buat temen-temen yang masih penasaran dengan hasil testku, aku cuman pengen bilang kalau, AKU GAK LULUS.

Buat temen-temen yang senasib karena tidak lulus, angkatlah dagumu, busungkan dadamu, kembangkan senyummu, tenang semuanya belum berakhir. Mungkin dengan ketidak lulusan ini, sang kuasa cuman pengen menyadarkan kita kalau usaha kita menuju sebuah impian belumlah cukup. Oleh sebab itu, marilah kita bersama-sama terus berjuang.
Atas kegagalan ini marilah sama-sama kita tertawa lalu merenung bareng. Karena beberapa hal lebih mudah untuk kita pahami, kalau kita tertawai.
Right? ehm.

Karena tidak lulus, aku langsung ngabarin mamak dan bapak yang lagi kondangan. Semua ini aku lakukan biar saat mereka sampai dirumah dan mendengar kalau ternyata anaknya yang bernama Rizali Rusydan tidak lulus, mereka gak masuk ke dalam kamar lalu keluar dengan sebuah akte kelahiran dan menyoret namaku dari dalam akte kelahiran tersebut.
Aku langsung mengirim pesan ke mamak,
`Mak. aku gak lulus'

Sampai 15 menit, handphoneku masih menunjukkan tanda-tanda belum ada pesan balasan.
Aku kirim lagi pesan kedua yang isinya sama, `Mak. aku gak lulus.'

Hanya berselang beberapa menit, mamak langsung menelponku.

`Halo zal?' tanya mamak dari seberang.

`iya...' jawabku.

`Gimana hasil pengumumannya?'

`Alhamdulillah.... sangat........... mengecewakan.'

`Ckckck... kau lah memang, mamakkan udah bilang supaya waktu itu kau serius belajar.' balas mamak.

`Tapi, mak...'

`Kau siap-siap di rumah, ya? Mamak sebentar lagi pulang! Kita bahas ini semua!'
Telepon ditutup.
Masalah lain baru saja dimulai.






Previous
Next Post »

25 komentar

Write komentar
Saturday, 09 May, 2015 delete This comment has been removed by the author.
avatar
Saturday, 09 May, 2015 delete

semua hal bisa terjadi kok bro.. ITB emang kampus yang sulit, tapi, untungnya, kalo kamu ga lulus ITB, kamu masih bertahan di rumah, bisa bersilaturahmi, soalnya, kalo lulus di ITB, setauku, harus daftar ulang beberapa hari setelah pengumuman, dan harus kuliah disana, ya kuliah matrikulasi gitulah..

semangat ya bro!! aku masuk UGM juga bukan via undangan kok... jalur mandiri, soalnya ga kepilih sama sekolah buat dafar jalur undangan, wkwk..

Reply
avatar
Saturday, 09 May, 2015 delete

hahah iya mas, makasih. temenku ada yang jebol dua orang ke UGM dari jalur undangan
hebat kali ya

Reply
avatar
ibnu neyzi
AUTHOR
Saturday, 09 May, 2015 delete

hahha sama jal nasib mu sama aku, sama2 ngetes di ITB tapi gk lulus

Reply
avatar
Fachri Aldy
AUTHOR
Monday, 11 May, 2015 delete

sama banget broo.. pingin ane banting tuh smartphone, jawab aja, ane ketrima ITB dijurusan Teknik Pengendali Api. :D

Reply
avatar
Vindy Putri
AUTHOR
Monday, 11 May, 2015 delete

Sabar ya, bukan rejeki di sana. Coba ujian masuk lagi. Pasti ada yang nyantol... :D

btw, itu terus dimarahin nggak sama mamak?

Reply
avatar
Monday, 11 May, 2015 delete

Tetap semangat bang, masih banyak jalan kok kalo mau masuk di ITB.. coba lihat ajah di Maps pasti banyak jalan yang bisa mengarahkan abang ke kampus ITB.. hehehe

BTW.. gue juga dulu gagal lolos di SNMPTN, gue terlalu ambisius buat masuk di UNAIR jadi gak memikirkan peluang lain nya.. ujung-ujungnya yaa rasa penyesalan yang datang menghampiri..

Tetap semangat dan terus berusaha buat menyongsong hari depan yang lebih baik *salam duber*

Reply
avatar
Heru Arya
AUTHOR
Monday, 11 May, 2015 delete

Meskipun awalnya lu sibuk leyeh-leyeh di Gramedia. Terus ngecengin si kasir Gramedia. Sekarang apa!!! Mewek keluar rumah, gak pake celana. Hahaha

Walaupun belum lulus si ITB. Buat gue, sih. Bukan hilang segalanya. Malah, dengan keadaan seperti itu. Lu bisa banyak belajar untuk lebih serius lagi dalam meraih apapun.

Dunia kuliah emang gak semudah yang lu lihat kebanyakan. Akan masih banyak tantangan yang menunggu kalian, akan banyak orang yang manjadi pesaing. Meksipun begitu, tetap berusaha semaksimal mungkin.

Semangat, ya...

Reply
avatar
Ara AnggARA
AUTHOR
Tuesday, 12 May, 2015 delete

Sabar gan, .....masih lum jodoh, masih banyak kok janda di luar sana #loh_apapaanInI

Yang pasti semangat aja...masih ada universitas lain yang bisa jadi pilihan

Reply
avatar
Tuesday, 12 May, 2015 delete

Semedi lu di Gramedia kayaknya belum cukup, lu harus lebih lama lagi nih di Gramedia, tapi jangan semedi di rak novel dan semacamnya. Semedi di rak yang isinya kiat lulus SBMPTN, karena setelah lu kagak lulus SNMPTN, target selanjutnya SBMPTN, right?

Waduh, itu gimana mamakmu reaksinya, kayaknya marah besar nih. Jadi penasaran ._,

Reply
avatar
winda maulida
AUTHOR
Tuesday, 12 May, 2015 delete

Mau bilang sabar, gue ga tega. Gue tau rasanya gimana, soalnya dulu gue pernah gagal di univ pilihan gue dan akhirnya malah terdampar di institut yang kerjaannya ngangon kambing. Hahaha, ga deng.

Tapi lama2, walaupun kampus gue menyebalkan, sekarang gue bersyukur aja pernah masuk sana. Rasanya gue jadi lebih open minded gara2 kuliah disitu. *promo terselubung*

Tenang aja, 'When one door closes, another opens.' :)

Reply
avatar
Aldi Rahman
AUTHOR
Tuesday, 12 May, 2015 delete

hampir sama kayak gue, santai pas pengumuman, tapi juga penasaran pengen lihat, dan waktu itu gue nggak lolos snmptn juga. ITB, keren pilihannya, kalo menurut gue, pilihlah jurusan yang sepi peminat, walau sebenarnya tidak ada jurusan yang sepi peminat

Reply
avatar
Tuesday, 12 May, 2015 delete

Wah, gak lulus ya bro? Walaupun lo gak lulus, jangan patah semangat lah bro. Yakin dalam diri lo, lo pasti bisa lebih sukses walaupun gak lulus. Yakin, bro.

Nah, sekarang lo belajar dari kesalahan, bro. Jangan ulangin lagi kesalahan lo. Jangan terlalu sering liat kasir gramedia. Belajar lah karena hidup untuk belajar. #AZEK

Reply
avatar
Wednesday, 13 May, 2015 delete

itulah kenapa dulu aku milih nda ikut smptn

Reply
avatar
Friday, 15 May, 2015 delete

bahahah... nasib kita sama ya. untung kita gak sama-sama saling suka

Reply
avatar
Friday, 15 May, 2015 delete

Smartphone jangan dibanting, jangan...!!!! mending dilempar aja

Kalau aku lulus ITB fakultas. Teknik pengendali air

Reply
avatar
Friday, 15 May, 2015 delete

iya makasih.
nggak dimarahin mama, cuman namaku dicoret dari akte kelahiran aj kok

Reply
avatar
Friday, 15 May, 2015 delete

banyak jalan ke ITB. apalagi kalau bawak peta dan nanya tukang ojek pasti lebih banyak.

makasih.

Reply
avatar
Friday, 15 May, 2015 delete

Makasih pangeran atas wejangannya, papa bangga sama kamu nak!

Reply
avatar
Friday, 15 May, 2015 delete

ini apaan? siapa yang nyari janda coba?

Reply
avatar
Friday, 15 May, 2015 delete

Wah... bener jugak tips lu. semedi di rak SBMPTN

Reply
avatar
Friday, 15 May, 2015 delete

iya bener kali. when one door clses, another opens.
sama kayak rezeki berarti hahah

Reply
avatar
Friday, 15 May, 2015 delete

Mungkin aku waktu itu salah strategi kal. gak mempertimbangkan berapa peminatnya dan passing grade nya

Reply
avatar
Friday, 15 May, 2015 delete

Oke bro. sip bro.
salam super bro, udah kayak om mario tegang ajaya

Reply
avatar