Komentar terbaru

Pelaku Plagiarisme



Awalnya aku gak tau siapa itu Afi Nihaya Faradisa. Manusia sejenis apa dia? Bernafas pake insang? Kalau makan sukanya pake tangan atau kalau cebok pakai tangan kiri? Siapakah Afi? Sampai akhirnya ketika ku browsing namanya, dan keluarlah semua catatan prestasi yang telah ia toreh sehingga membuatnya viral.

Belakangan ini warga indonesia selain disibukkan dengan menghina, gembar-gembor sara, judge sana-sini, dan termasuklah salah satu kasus yang sedang viral: Bully terhadap Afi Nihaya Faradisa. Melalui tulisannya yang fenomenal, satu Indonesia gempar dan mendadak sosoknya menjadi viral.

Islam adalah warisan.

Ini salah satu tulisan yang membuatku panas dingin, mirip galon dispenser. Bawah panas, atasnya dingin. Ini adalah hal yang sensitif untuk ditulis, masalah agama, suku, ras, bangsa ini sedang kaku. Sedikit saja perkataanmu salah tentang agama, ras yang lainnya, KAU DIANGGAP SARA, KAWAN..

Sampai disini, aku masih males berkomentar, toh dia juga udah ngaku salah. Meskipun pernah merasa sok suci, sempat bungkam namun akhirnya mengakui. Mengakui kesalahan sendiri emang menjadi hal yang berat, selain gengsi, malu dong, tulisan yang udah kita buat viral, taunya ketahuan hasil copy paste.

Gak lama setelah itu, waktu asik liat penelusuran instagram, explore instagramku mendadak dipenuhin dengan foto si Afi. Tadinya aku berharap kalau itu bakal dipenuhin foto cewek-cewek seksi.

Untuk kedua kalinya Afi ketahuan melakukan plagiarisme. Hal itu diketahui ketika sebuah video yang dibuat olehnya yang isinya tentang dia yang memprotes semua tindakan bullying yang suka dilakukan warga Indonesia. Afi berbicara melalui videonya tersebut dengan pelafalan bahasa inggris yang cukup fasih. Gak ada yang aneh waktu kita melihat Afi menyampaikan pesan melalui video tersebut. Berkat netizen yang terlalu cerdas, akhirnya kedoknya terbongkar, suara yang Afi gunakan, dan kalimat yang ia sampaikan, ternyata itu miliknya Amanda Todd--selaku salah satu korban bullying yang akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Afi ketahuan lip sync semua perkataan dan kalimat yang digunakan Amanda

Aku bingung, apa yang sebenarnya ada di benak Afi sebelum dia melakukan hal ini. Ini jadi kali kedua dan menjadi boomerang untuk dirinya sendiri. Apa yang sebenarnya dia pikirkan sebelum dia melakukan plagiarisme? Berpikir kalau itu keren? Lebih mudah, gampang gak usah capek mikir?

Seharusnya lo semua tau, kalau netizen indonesia semenjak smartphone bukanlagi menjadi hal yang mewah, sikapnya semua berubah, nyeleneh, semuanya merasa sok benar. Senggol sana-sini, bacot sana bacot sini, merasa paling pintar dengan ke sepuluh jarinya yang mematikan. 

Ngebacot sudah menjadi darah daging orang indonesia. Makanya, kalau lo perhatikan sekarang isi comment-comment youtube para youtuber Indonesia, kalau gak ngehate, sok tau, nge-judge/ngehakimin semaunya, seakan-akan dia tuannya, ngalah-ngalahin yang punya channel youtube itu sendiri. Oh iya, satu lagi, FANATIK. 

Banyak bocah berseliweran komen nge-hate sesuka hatinya, banyak mbak-mbak tukang gosip yang ngatain semaunya, dan banyak juga remasa-dewasa pria yang akhirnya ikut-ikutan. Mereka hanyalah sekumpulan orang gabut kurang kerjaan namun mengharapkan perhatian, percayalah. Maka dari itu, terlahir di suasana lingkungan sosial media yang busuk, aku menolak untuk ikutan membusuk dan tak akan membuat sosial mediaku menjadi sesuatu yang menjijikkan.

Sedikit pesan untuk Afi,

Kita semua tau kalau kamu terkenal. Bakatmu brilian, penulis muda yang tangguh. Semuanya butuh proses, berlian akan tetap menjadi berlian yang mahal meskipun dia dibuang ke tong sampah. Semuanya gak ada yang mudah, butuh proses, jika kemarin dirimu adalah emas, maka bersiaplah tahun-tahun berikutnya untuk memoles diri menjadi berlian. Menjadi terkenal di Indonesia itu gampang. Kalau gak gila, pasti orangnya kurang kerjaan, atau buat aja kasus yang viral, setelah itu pasti lo terkenal dan bakal diundang puluhan stasiun televisi.

Ingat juga satu hal, penulis hebat, penyair hebat, dan pelukis hebat, membutuhkan waktu bertahun-tahun bahkan puluhan tahun sampai karyanya diakui dunia. Ernest Hemingway--selaku penulis ikonik yang diakui seluruh warga Amerika bahkan dunia, harus perlu berjuan sebelum akhirnya karya-karya luar biasanya terbit. Berjuang melawan depressi yang di deritanya, berjuang melawan sikap akan kecanduannya pada alkohol. Orang yang biasa ditempah dengan cara yang keras, melalui serangkaian pelatihan yang susah, biasanya, jika terkenal maka dia akan seperti roket yang terbang keluar angkasa. Susah jatuh dan kembali ke awal.

"good artist copy, great artist steal."

Gak ada yang melarang kita untuk meng-copy hasil karya orang (selama mencatumkan sumber) atau mengimprovnya menjadi berbeda, dan gak ada juga yang tau kalau karya kita sebenarnya adalah hasil curian yang diimprove sedemikian rupa, yang memiliki sudut pandang berbeda akan suatu hal dari karya yang kita curi sebelumnya. Gak ada yang tau. Itu dianjurkan, karena darisanalah awal mula persaingan yang nantinya membuat kita lebih berkembang untuk saling berlomba memberikan hasil karya terbaik.

Kita semua pasti pernah melakukan plagiarisme. Begitu juga denganku. Aku selalu melakukan plagiarisme dimasa awal-awal menulis. Dimana waktu itu membuat satu paragraf adalah hal yang sulit, keran kata-kataku seakan macet dan tumpet, semuanya teredam. Kelelahanlah hasilnya, karena sejam duduk belum menghasilkan kalimat apapun.

Aku ingat waktu mencontoh paragraf atau sebuah judul tulisan dari bukunya Raditya Dika, kalau gak salah tentang "Kasih Ibu Sepanjang Belanda". Aku ganti judulnya, aku ubah sedikit jalan ceritanya, dan jadilah ceritaku sendiri yang berjudul, "Cinta Emak Lebih Luas Dari Bumi Perkemahan", ini kalau lo pengen baca: Cinta Emak Lebih Luas Dari Bumi Perkemahan

Mungkin dengan melakukan tindakan plagiarisme membuatmu berpikir itu keren, natural, seakan-seakan semua kata-kata yang tertulis adalah hasil buah pikir sendiri. Iya, punya tulisan yang bagus itu keren ada perasaan bangga sewaktu membacanya. Tapi tidak untuk tulisan hasil dari plagiat. Ibarat ke toko emas, tadinya lo mau beli emas, tapi begitu ngeliat suasa yang juga berkilau lo jadinya milih suasa. Harga suasa lebih murah dibanding emas,dan sama-sama bersinar kok jadi kalau mau tampil gaya gak susah, kan ada suasa. Begitu jugalah tulisan hasil karya sendiri dengan hasil plagiat. Sama-sama terlihat berkilau, tapi salah satunya murahan karena di dapat dengan cara yang gampangan tinggal copy paste, selesai.

Memang ada kepuasan sendiri ketika kita berhasil menyelesaikan sebuah tulisan, apalagi tulisan tersebut sampai menjadi viral. Apa salahnya disetiap tulisan yang kita buat, jika ada kata-kata ataupun kalimat yang kita pake punya orang lain kita cantumkan sumbernya. Mungkin lo merasa keren waktu selesai menulis hal tersebut, tapi nggak, lo gak bisa ngebohongin diri lo sendiri. Sebagus apapun tulisan yang lo buat, kalau itu bukan hasil karya lo, itu rasanya macem ngebohongin diri sendiri. Terus, selama ini yang ngebuat lo bahagia atas tulisan copy paste-mu apa? Sandiwara. Lo bisa ngebohongin orang, tapi nggak untuk diri lo sendiri. Lo lebih tau mengenain diri lo daripada orang lain, maka dari itu mulailah jujur untuk diri sendiri dalam berkarya khususnya.

Tambahan.

Buat orang indonesia yang sampai detik ini masih ngebanjirin akun sosial media Afi dengan makian dan hinaan, kau tau, "KAU LEBIH BURUK DARI SAMPAH". Oke, mungkin kau kesal kenapa ada bocah yang suka plagiat tiba-tiba viral, sedangkan elo nggak. Dia punya karya. Sebelum tulisannya (yang plagiat) viral, dia juga menulis banyak hal. Lo? Lo, sibuk nyinyir di akun sosial medianya menyalahkannya seakan-akan kau lah anak keturunan langsung dari penulis terkenal Ernest Hemingway

Mungkin hanya menulis satu paragraf kau sudah berkeringat, gak jelas juga apa yang ditulis. Orang yang melakukan plagiarisme itu emang bangsat, tapi lebih bangsat dan menjijikkan buat lo yang gak punya karya tapi sibuk nyinyir di sosial media. Disaat orang sibuk mau ke planet mars, kau masih sibuk ngepoin akun lambe turah. Ketika mereka sampai, kau teriak-teriak seakan tak terima. Kau kalah, kawan...
Pelaku Plagiarisme Pelaku Plagiarisme Reviewed by Rizali Rusydan on July 14, 2017 Rating: 5

19 comments:

  1. wah ane setuju sama pendapat agan, great post gan

    ReplyDelete
  2. Pemikiran orang berbeda-beda,but ane terkesan dengan cara pandang agan,beda dari yang kebanyakan orang yang cari aman

    ReplyDelete
    Replies
    1. mencoba netral penting mas. lebih baik beropini ketimbang harus memaki hahaha

      Delete
  3. Saya juga paling sebel sih sama orang yg plagiat, capek2 buat karya eh dicopas mana gak izin lagi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ibarat nyuri. gak mau ngaku padahal udah ketahuan.
      begitu ketahuna, bukannya minta maaf, buat klarifikasi dulu hehehehe

      Delete
  4. kayaknya fasih juga ga deh kak bahasa inggrisnya.. hehehe... masih banyak yang salah pronounce nya... menurutku ya...

    ReplyDelete
  5. Strata terendah dalam dunia tulis-menulis adalah kaum-kaum penjiplak. Sampah! Tulisan saya yang di blog juga sering banget dicopas sama orang lain, kesal sih. Tapi mau bagaimana lagi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kita hanya bisa berdoa semoga dilapangkan kuburan mereka (kaum penjiplak), mas.

      Aku setuju banget sama kalimat ini, "Strata terendah dalam dunia tulis-menulis adalah kaum-kaum penjiplak"

      Delete
  6. buat afi ini orang2 terdekatnya hrslah mau membimbng ya, ortu maupun guru2nya bukannya diem saja dan bagi yg lain apa gunanya menghujat bikin dosanya, pikir diri sendiri sdh bisa bikin tulisan bagus belum

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu dia mbak, harusnya yang neghujat mikir juga hahaha

      Delete
  7. Salam kenal Gan, bner bgt tuh. Buat biking satu paragraf z kadang bingung mw nulis apa, dilema'y para blogger bgt tuh kya'y.��

    ReplyDelete
  8. cuma bisa manggut-manggut bacanya
    *lalu nyeruput kopi susu hangat*

    ReplyDelete
    Replies
    1. cuman bisa manggut-manggut sambil ngebalas komentar ini.
      makasih!

      Delete
  9. Keren si ini tulisan wahaha. Zaman sekarang sih emang ngga mungkin ada ya kayaknya suatu karya yg ngga plagiat. Ya itu, disebutnya sih modifikasi ehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. amati, tiru, modifikasi. apple, microsoft pun seperti itu mbak heheheh. jadi gak usah takut, modifikasi emang perlu asal bukan plagiat hahaha

      Delete

Powered by Blogger.